TEKNIK BUDIDAYA PADI GOGO

Suwono

BPTP Jawa Timur

a. Penyiapan lahan

· Pengolahan tanah dilakukan pada musim kemarau menjelang datangnya musim hujan.

· Pengolahan tanah diperlukan untuk menciptakan kondisi tumbuh yang baik.

· Pada tanah datar sampai kemiringan kurang dari 5%, pengolahan tanah dicangkul (bajak) 2 kali dan satu kali garu.

· Pada lahan dengan kemiringan lebih dari 15%, pengolahan tanah sederhana (minimum tillage) atau tanpa olah tanah (TOT).

b. Pemilihan varietas

· Pemilihan varietas padi gogo didasarkan pada : 1) kesesuaian terhadap lingkungan tumbuh (ketinggian dan iklim), 2) umur tanaman berkaitan dengan curah hujan dan pola tanam, 3) ketahanan hama penyakit dan 4) produktivitas.

· Pilihan varietan adalah sebabagai berikut:

Varietas

Tahun

Umur

Hasil (t/ha)

Rasa Nasi

Toleransi

Situ Gintung

1992

140

2 – 3,5

Pulen

Bl,BB,WC2

Gajah Mungkur

1994

95

2,5

Sedang

Kr Fe

Kalimutu

1994

95

2,5

Sedang

Kr Fe

Way Rarem

1994

105

3 – 4

Pera

Bl,Kr Al, Fe

Jatiluhur

1994

115

2,5 – 3,5

Pera

Bl,Ngn

Cirata

1996

120

3 – 5

Pulen

Bl

Towuti

1999

120

3,5 – 7,5

Pulen

Bl,HDB,WC23

Limboto

1999

105

3 – 5

Sedang

Kr Al

Danau Gaung

2001

113

3 – 4

Sedang

Bl, KrAl&Fe

Batu Tegi

2001

116

3

Pulen

Bl,Kr Al

Situ Patenggang

2002

115

3,6 – 5,6

Sedang

Bl, Ngn

Situ Bagendit

2002

115

3 – 5/5 -65)

Pulen

Bl, HDB

Keterangan: Bl = blast; BB = Busuk leaf blight; WC = wereng coklat; Ngn = naungan

c. Tanam

· Penanaman dilakukan pada awal musim hujan (Oktober – Nopember) bila terdapat 1 – 3 hari hujan berturut-turut dengan curah hujan 21 mm/minggu.

· Tanam sistim alur, lahan yang telah dipersiapkan dibuat alur sedalam 3-4 cm dengan jarak antara alur 20 – 25 cm. Benih disebar secara diicir, kemudian alur ditutup kembali dengan tanah,..

· Sistem tanaman tugal dengan kedalaman 3-5 cm dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, kemudian 2 – 3 butir benih dimasukkan ke dalam setiap lubang tanam dan ditutup kembali dengan tanah.

· Kebutuhan benih 30 – 50 kg/ha.

· Apabila kelembaban tanah cukup, benih sebaiknya direndam + 24 jam.

d. Pemupukan

· Dosis pupuk yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.

· Dosis pupuk N berkisar 300-400 kg urea/ha yang diberikan 2 atau 3 kali, yaitu 1/3 bagian pada pada umur 15 hari, 1/3 bagian pada stadia anakan (30-40 hari setelah sebar), 1/3 bagian pada saat menjelang primordia (50-60 hari setelah sebar) atau 1/3 bagian pada stadia anakan dan 2/3 bagian pada saat menjelang primordia.

· Pupuk Fosfor (P) dan Kalium (K) diberikan pada saat tanam, dengan dosis 100-150 kg SP-36/ha dan 100 kg KCl/ha.

· Pupuk kandang dengan dosis + 5 ton/ha diberikan saat pengolahan tanah.

e. Pengendalian gulma

· Penyiangan dilakukan seawall mungkin.

· Penyiangan pertama dilakukan pada umur 14-21 hari setelah sebar (HSS) dan penyiangan kedua pada umur 35-40 HSS.

· Penyiangan secara manual menggunakan cangkul atau kored, bila memungkinkan penyiangan dapat dibantu dengan penyemproyan herbisida (propanil).

f. Pengendalian Hama dan Penyakit

Beberapa hama dan penyakit utama yang menganggu pertanaman padi gogo, antara lain: blast, bercak daun, lalat bibit, lundi, wereng coklat, dan walang sangit.. Penyakit blast disebabkan oleh jamur (Pyricularia oryzae), gejalah serangan adalah bercak daun berbentuk belah ketupat, menyerang buku-buku dan malai, sehingga terjadi patah batang atau busuk malai, pengendaliannya adalah sebagai berikut:

· Pemupukan berimbang, hindarkan pemupukan N yang berlebihan, pupuk K dapat mengurangi keparahan serangan penyakit

· Menanan varietas toleran

· Menggunakan fungida

g. Panen dan Penanganan Hasil

· Pemanenan tanaman dilakukan bila gabah telah menguning sekitar 90% atau pada umur 30-35 hari setelah berbunga tergantung varietas.

· Perontokan menggunakan alat perontok, minimal pedal tresher yang sederhana. Diusahakan kehilangan hasil sekecil mungkin dengan cara pengumpulan batang padi segera setelah disabit, pengangkutan dan tempat penyimpanan yang baik

· Gabah disimpan pada kadar air + 12 % (bila gabah digigit terasa keras dan berbunyi) dengan menggunakan wadah yang bersih dan bebas hama.

· Untuk mendapatkan mutu giling dan rendemen beras yang baik, diusahakan (1) gabah harus seragam dan bersih (2) gabah yang baru dikeringkan harus diangin-anginkan agar beras tidak pecah (3) sebelum digiling beras yang baru disimpan harus dijemur untuk menyeragamkan kadar airnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: