Pembuatan Silase Hijauan

PEMBUATAN SILASE HIJAUAN

dengan BAHAN ADITIF FML

(Fermented Mother Liqour)

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur

2008

TUJUAN PEMBUATAN SILASE

Tujuan pembuatan silase adalah menyimpan bahan pakan hijauan dalam bentuk segar ketika ketersediaannya berlimpah pada suatu periode waktu; yang dapat digunakan 3 – 6 bulan kemudian pada waktu masa paceklik pakan hijauan.

Peran FML dalam proses pembuatan silase adalah sebagai bahan aditif sumber nutrisi, yaitu PK, sehingga penggunaannya akan dapat meningkatkan kandungan PK silase.

APA ITU FML ?

FML adalah produk samping dalam proses produksi bumbu masak (MSG) di pabrik – pabrik bumbu masak (vitsin), antara lain di Pabrik Ajinomoto Mojokerto. Kandungan nutrisi FML dapat dilihat di Tabel 1 dan ilustrasi diperolehnya FML tertera di Diagram 1.

Tabel 1. Komposisi nutrisi cairan FML

Kadar air (KA)

%

72,13

Bahan kering (BK)

%

28

Protein kasar (PK)

%

69

Total digestible nutrients (TDN)

%

65

Berat jenis (BJ)

g/ml

1,155

Total Nitrogen

% berat

3,11

Amonium nitrogen

% berat

2,32

Tetes tebu

Decalsifikasi

Tetes bit

Glukosa

Bahan lain

Sterilisasi

Asam Glutamat

Fermentasi

MSG

FML

Sparasi

FML
Diagram 1. Proses terbentuknya FML

CARA PEMBUATAN

Pada prinsipnya proses pembuatan silase mulai dari pemotongan bahan hijauan yang akan disilase hingga selesai harus dilakukan secepat mungkin.

Langkah kerja :

1. Pakan hijauan segar setelah dipanen ditimbang sesuai dengan kebutuhan, kemudian dipotong-potong dengan ukuran sekitar 3 – 5 cm.

2. Hijauan dengan kadar air (KA) > 70% (BK < 30%) – rumput segar, pucuk tebu, tebon – perlu dilayukan (1-2 hari) hingga KA :60-65% (BK : 35-40%). Hijauan dengan KA <70% (BK : 40-60%) tidak perlu dilayukan.

3. Bahan yang sudah siap dibuat silase diberi imbuhan FML sebagai bahan aditif tunggal dan dicampur secara merata; dengan takaran sebagai berikut :

Per 100 kg bahan hijauan silase (Target kondisi silase dengan kandungan KA ± 40%)

Bahan silase

Berat

(kg)

FML

(liter)

Air

(liter)

Jerami padi segar

100

2,75

15

Jerami padi kering

100

3,00

40

Rumput gajah*, rumput lapangan, tebon/ daun jagung, pucuk tebu

100

2,75

0

* Rumput gajah yang dipanen umur 50 – 60 hari

4. Masukkan dalam suatu tempat (silo) dan ditutup rapat; perlu dinjak-injak hingga betul-betul padat dan dicapai kondisi an-aerob, setelah itu ditutup rapat (tidak boleh ada lubang sedikitpun). Apabila silo bentuk bangunan bak, maka setelah ditutup rapat permukaannya diberi pemberat (dapat berupa penimbunan dengan katong-katong pasir/ tanah).

Patokan ukuran silo yang ideal adalah

550 -650 kg hijauan silase per 1 m3

* Silo dapat berupa kantong-kantong plastik (poly ethylene) yang tebal atau berupa bangunan bak dari batu bata dan semen atau drum yang kemudian ditutupi plastik (bahan yang kedap udara dan air).

5. Proses silase akan berlangsung selama 21 hari

6. Apabila proses silase berjalan baik, akan ditandai dengan tidak adanya jamur dan baunya asam, maka penyimpanan dapat diteruskan sampai waktu kita memerlukannya.

PENGGUNAAN

Guna menjaga kestabilan kualitas gizi silase selama penyimpanan, maka selama penyimpanan tetap harus diupayakan sedikit mungkin udara luar (O2) masuk dalam silo. Oleh karena itu membuka dan menutup silo ketika mengambil silase harus dilakukan secara cepat dan sesudahnya ditutup dengan rapat.

Bahan pakan hijauan hasil silase yang sudah dikeluarkan dari silo harus segera diberikan kepada sapi (setelah terlebih dahulu diangin-angin 1-2 jam).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: